Berita

Bebas “Gage” hingga teknologi canggih jadi alasan BEV makin diminati

×

Bebas “Gage” hingga teknologi canggih jadi alasan BEV makin diminati

Share this article


Jakarta (ANTARA) – Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menilai pembebasan dari kebijakan ganjil-genap atau sering disebut “Gage” hingga kecanggihan sistem menjadi alasan kelas menengah atas kota besar memilih mengadopsi mobil listrik (BEV) ketimbang mobil konvensional atau ICE.

“Faktor pendorong utama berupa pembebasan BEV dari aturan ganjil-genap yang diterapkan di 26 ruas jalan utama Jakarta sejak 2019 dan diperluas hingga 2025, sehingga memungkinkan pemilik BEV untuk menghindari pembatasan lalu lintas berdasarkan plat nomor dan mengurangi waktu perjalanan hingga 20-30 persen di jam sibuk,” kata dia dihubungi dari Jakarta, Jumat.

Selain manfaat mobilitas, faktor teknologi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen kelas menengah atas. Mereka cenderung mengapresiasi sistem canggih yang ditawarkan mobil listrik, seperti fitur konektivitas pintar, pengendalian berbasis aplikasi, sistem keselamatan modern, dan pengalaman berkendara yang lebih halus dan senyap dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.

Baca juga: Populasi kendaraan listrik naik pesat akibat stimulus fiskal

“Mereka juga semakin menikmati kecanggihan sistem yang ada di BEV dibandingkan kendaraan konvensional,” ujar Yannes.

Gabungan dari manfaat kebijakan, efisiensi waktu, serta kecanggihan teknologi menjadikan BEV semakin menarik bagi masyarakat urban dengan gaya hidup dinamis.

Ini menjadi indikasi kuat bahwa adopsi kendaraan listrik di Indonesia akan terus tumbuh seiring dengan peningkatan kesadaran dan kemudahan akses bagi masyarakat, ungkap Yannes.

Minat terhadap kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) juga terus meningkat, terutama di kalangan masyarakat kelas menengah atas di kota-kota besar Indonesia.

Populasi BEV di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan pesat. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) per Agustus 2025, jumlah BEV di Tanah Air telah mencapai 274.802 unit. Angka ini mencerminkan lonjakan signifikan sebesar 151 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Masyarakat menegah ke atas di kota-kota besar Indonesia yang lebih berminat, khususnya wilayah Jabodetabek, menunjukkan minat yang lebih tinggi terhadap BEV dibandingkan daerah lain, sebagaimana tercermin dari data penjualan yang mendominasi 70-80 persen total adopsi BEV nasional pada 2024-2025,” imbuh Yannes.

Baca juga: Pakar: Insentif otomotif pengaruhi tingkat minat beli

Baca juga: Kemenperin tagih BYD hingga VinFast penuhi TKDN mobil listrik di 2026

Baca juga: LPEM UI dorong insentif berbasis emisi dan TKDN pacu industri otomotif

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *