Berita

Otoritas AS selidiki kegagalan mesin GM 6.2L L87 setelah recall

×

Otoritas AS selidiki kegagalan mesin GM 6.2L L87 setelah recall

Share this article


Jakarta (ANTARA) – National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) di Amerika Serikat dikabarkan sedang menyelidiki laporan kegagalan mesin yang terjadi setelah penarikan kembali (recall) pada mesin 6.2L L87 buatan General Motors (GM).

Dilaporkan GMAuthority pada Senin waktu setempat, penyelidikan ini dilakukan karena sejumlah pemilik melaporkan bahwa masalah mesin tetap terjadi meskipun telah dilakukan perbaikan sebagai bagian dari program recall sebelumnya.

Adapun penyelidikan ini fokus pada pemantauan dan analisis lebih lanjut terhadap kendaraan GM yang telah mengalami perbaikan terkait engine failure pada periode recall namun tetap menunjukkan gejala yang sama.

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas perbaikan yang telah dilakukan.

Baca juga: GM tarik 825.000 truk dan SUV karena masalah lampu depan

Diketahui, recall awal terhadap mesin L87 6.2L dilakukan oleh GM pada 2025 dan mencakup puluhan ribu truk dan SUV GM karena kemungkinan cacat yang bisa menyebabkan kegagalan mesin total.

Recall itu sendiri dilatarbelakangi oleh banyaknya keluhan dari pemilik kendaraan terkait kegagalan mesin pada model-model tertentu dengan mesin V8 L87.

Masalah utama yang dilaporkan termasuk kerusakan pada rod bearing dan komponen crankshaft yang tidak memenuhi spesifikasi pabrik sehingga berpotensi menyebabkan mesin berhenti tiba-tiba atau bahkan mengalami kerusakan internal parah.

NHTSA kini berusaha memastikan apakah isu tersebut masih melekat setelah recall dan perbaikan, serta apakah perlu ada langkah tambahan dari GM untuk menyelesaikan masalah ini secara menyeluruh.

Baca juga: Volvo tarik ribuan unit EX30 akibat risiko panas berlebih pada baterai

Baca juga: Mitsubishi akan perkenalkan mobil listrik baru pada paruh kedua 2026

Pewarta:
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *